Text
Tetap Sehat Setelah Usia 40
Usia 40 bisa dikatakan sebagai tonggak penting kehidupan. Di usia ini, kita mulai menyaksikan perubahan yang cukup nyata dalam tubuh kita. Kulit telah mulai kehilangan kelenturannya dan rambut pun mulai menipis serta memutih sebagian. Massa otot di usia ini menyusut dengan laju 1% setahun, membuat badan tidak lagi sekencang dahulu. Penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, dan lain-lain, juga mungkin mulai menggerogoti. Tubuh kita bahkan mungkin sudah menyimpan bibit kanker yang belum menimbulkan gejala. Apabila sebelum usia 40 kematian banyak disebabkan oleh kecelakaan, setelah usia ini kematian mulai banyak disebabkan oleh penyakit. Selain itu, berbagai jenis penyakit yang tidak mematikan dapat mulai berkembang, misalnya degenerasi makular yang menyebabkan rabun penglihatan atau asam urat (gout) yang menyakitkan. Menjaga berat badan tetap ideal semakin berat dengan melambatnya metabolisme. Hal ini juga bisa menjadi sumber penyakit.rnBanyak hal yang bisa kita lakukan. Meskipun penuaan tidak mungkin dilawan—kita tidak mungkin bisa menjadi muda kembali—pola hidup yang sehat dapat membantu kita menjalani penuaan yang sehat. Inilah saatnya kita bersikap lebih serius terhadap kesehatan. Kesibukan pekerjaan di kantor atau di rumah tangga tidak boleh menjadi alasan bagi kita untuk mengabaikannya.rnBila masih berusia di bawah 40, tidak ada alasan untuk menunggu. Memahami berbagai jenis kondisi yang mengancam kesehatan dan mulai menjalani pola hidup sehat di usia yang lebih dini dapat memperbesar peluang untuk memiliki masa tua yang sehat dan bahagia. Semakin dini semakin baik.rnBuku ini merupakan kumpulan artikel pilihan dari MajalahKesehatan.com. Artikel-artikel dikelompokkan menurut tema, yaitu: panjang umur, penyakit, pemeriksaan kesehatan, olahraga, makanan, kopi dan rokok, berat badan, perawatan tubuh, dan kesehatan mental.
| 090101928 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain