Text
Praktik-praktik Proteksi Sistem Tenaga Listrik
Pengembangan sistem tenaga listrik modern perlu terus dikembangkan akibat semakin mahal dan langkanya sumber energi primer. Dengan teknologi yang semakin maju dan semakin majunya teknik isolasi, saat ini sudah banyak transmisi yang beroperasi pada tegangan hingga ribuan kilovolt yang memungkinkan penggunaan saluran tegangan ultratinggi dengan panjang hingga ribuan kilometer dapat dilaksanakan untuk menyalurkan daya yang sangat besar secara efisien dengan rugi-rugi minimal. Dari data yang bisa dilihat dari internet, di Rusia, misalnya, terdapat transmisi tegangan ultratinggi 1150 kV dengan jarak transmisi sangat jauh, yaitu 2362 kM; sementara di Jepang tegangan ultratinggi saluran transmisi 1000 kV AC sepanjang 427 kM. Akhir-akhir ini pengembangan transmisi UHV di China sudah banyak dilakukan, baik tegangan AC maupun DC. Saluran UHV 1000 kV AC dari Nangyang Jingmei sepanjang 654 kM dengan kapasitas penyaluran sebesar 6000 MVA sudah beroperasi sejak tahun 2004. Pada sisi lain saluran arus searah bertegangan UHV ± 800 kV DC sudah beroperasi sepanjang 1438 kM untuk menyalurkan daya sebesar 5000 MW dari Yunan ke Guangdong. Ada juga saluran UHV ± 800 kV DC dengan panjang 1907 kM dari Xianjiabo ke Shanghai yang menyalurkan daya hingga 6400 MW. Sejak tahun 2009 mereka telah melaksanakan pembangunan saluran transmisi arus searah yang sangat panjang, yaitu sekitar 2096 kM pada tegangan ultratinggi UHV ± 800 kV DC untuk mengevakuasi daya sebesar 7000 MW. Di Indonesia, khususnya di Jawa, penggunaan saluran transmisi EHV 500 kV sudah dimulai sejak tahun 1986. Kemajuan pengembangan tegangan ekstratinggi maupun tegangan ultratinggi ini tentu didorong oleh semakin langkanya sumber energi dan jarak sumber tegangan dengan pusat industri yang sangat jauh hingga ribuan kilometer.rnTergantung dari jenis tegangan dan urgensi jaringan, kebijakan maupun pertimbangan yang ditempuh dalam memilih sistem proteksi adalah berbeda-beda. Pada sistem distribusi tegangan menengah, sistem pengamanan masih bisa dilakukan dengan waktu tunda (time delay) yang dikoordinasikan secara hierarkis sesuai posisi peralatan dalam jaringan yang mau diamankan. Pada saluran tegangan yang semakin tinggi, setiap gangguan harus diisolasi sesegera mungkin tanpa waktu tunda. Hal ini karena besarnya pengaruh gangguan yang terjadi, yang dapat memengaruhi stabilitas, keandalan operasi sistem tenaga listrik, termasuk faktor ekonomis mengingat harga peralatan sistem tenaga listrik yang sangat mahal bila sampai mengalami kerusakan. Belum lagi pertimbangan pengaruh padamnya pasokan daya yang bisa sangat merugikan industri maupun masyarakat umum.rnSistem rele proteksi bersama semua komponen yang terdapat pada suatu gardu induk seperti pemutus (circuit breaker), pemisah (disconnecting switch), trafo arus (current transformer), trafo tegangan (voltage transformer, trafo daya (power transformer) dan lain sebagainya merupakan perangkat yang harus dipahami oleh para insinyur sistem tenaga listrik, khususnya mereka yang berkecimpung dalam sistem proteksi. rnBuku ini terdiri atas 13 bab, dimulai dari Bab 1 yang mengenalkan dasar-dasar sistem proteksi, diikuti dengan Bab 2 tentang sinyaling dan intertripping yang erat kaitannya dengan skema intertripping pada saluran transmisi. Pada Bab 3 diuraikan berbagai karakteristik rele arus lebih dan aplikasi sistem bertingkat termasuk berbagai sistem proteksi seperti rele arah, gangguan tanah sensitif, sistem proteksi pada jaringan yang ditanahkan dengan Peterson Coil, dan lain sebagainya. Bab 4 membahas unit proteksi khususnya aplikasi rele diferensial pada saluran transmisi. Bab 5 mengenai prinsip-prinsip kerja rele jarak, faktor-faktor yang memengaruhi pengukuran, pengaruh ayunan beban dan berbagai persoalan aplikasi rele jarak, Bab 6 tentang berbagai skema rele proteksi seperti intertripping, skema bloking termasuk pengaruh capain kurang dari capaian lebih yang dapat memengaruhi skema proteksi. Bab 7 membahas berbagai masalah aplikasi proteksi saluran transmisi dengan banyak gardu. Bab 8 menguraikan berbagai aplikasi sistem penutup balik otomatis, faktor-faktor pertimbangan skema penutup balik, faktor stabilitas, penutup balik otomatis kecepatan tinggi dan fitur-fitur yang lain. Bab 9 membahas berbagai aplikasi proteksi busbar, proteksi rangka ke tanah dan jenis-jenis proteksi diferensial pada sistem proteksi busbar. Bab 10 tentang berbagai proteksi trafo daya termasuk uraian secara sekilas proteksi reaktor dan kapasitor. Bab 11 menguraikan proteksi generator besar maupun sistem proteksi generator ukuran kecil termasuk sistem proteksi generator IPP tersebar yang tersambung pada jaringan sistem tenaga listrik. Bab 12 membahas sepintas otomatisasi yang dimaksudkan sebagai pengenalan awal sistem terbaru, khususnya teknologi otomatisasi gardu induk. Bab 13 membahas pengetesan dan komisioning yang juga perlu dipahami para teknisi sistem proteksi di lapangan.rnAppendiks membahas berbagai istilah, simbol-simbol standar dan Trafo Tegangan dan Arus" yang berguna dalam memahami berbagai karakteristik trafo tegangan dan trafo arus yang sangat berpengaruh dalam penentuan akurasi rele proteksi. Meskipun dalam waktu dekat teknologi rele
| 090101851 | 621.316 9 PAN p | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain