Text
Mozaik Permasalahan Infrastruktur Indonesia
Pembangunan infrastruktur di Indonesia kini berjalan lambat. Fenomena itu bukan baru-baru ini, tetapi sudah sejak era reformasi dimulai. Permasalahan infrastruktur kita rasakan sehari-hari. Waktu tempuh yang lama di jalan, kemacetan lalu lintas di mana-mana dan nyaris kapan saja, perbaikan jaln berulang-ulang di tempat yang sama, adalah diantara sekian permasalahan infrastruktur.rnInfrastruktur tergolong barang publik (public goods), sumber pembiayaannya berasal dari masyarakat dan manfaatnya untuk masyarakat. Di samping manfaat, akan ada konsekuensi dan bahkan pengorbanan yang dipikul anggota masyarakat setiap kali pilihan dibuat. Permasalahan pembangunan infrastruktur pada hakikatnya adalah permasalahan ekonomi. Apa saja jenis infrastruktur, berapa banyak, dimana akan dibangun, bagaimana membangunnya dan dari mana sumber pembiayaannya, mengharuskan para pengambil keputusan membuat pilihan.rnProses pengambilan keputusan tersebut berlangsung di lingkungan lembaga dan sistem politik. Apa yang kemudian menjadi keputusan tidak lantas mencerminkan kalkulasi ekonomi saja, melainkan sangat dipengaruhi oleh persepsi subjektif dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses tersebut. Karena itu, dalam buku ini diketengahkan rujukan kerangka pikir tentang kelembagaan dan proses kebijakan fiskal, yang akan banyak digunakan dalam penelitian ini. Kerangka pikir dimaksud adalah pendekatan kelembagaan yang dipopulerkan oleh Dauglass C. North (pemenang nobel tahun 1993), dan konsep pengambilan keputusan kebijakan fiskal dalam proses politik yang dikemukakan oleh James M. Buchanan (pemenang nobel tahun 1986). Selain itu, dikemukakan pula sejumlah teori yang relevan dalam menjelaskan fenomena pembuatan kebijakan publik (public policy making).rnInfrastruktur yang banyak dibahas adalah yang ada dalam laporan maupun kewenangan pemerintah pusat. Kementerian teknis yang diulas adalah Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengingat ketiganya tergolong tinggi intensitas pembangunan infrastrukturnya dan digunakan oleh berbagai kementerian dan lembaga lainnya. Ragam infrastruktur yang banyak diketengahkan adalah infrastruktur jalan, pelabuhan, bandara, rel kereta api, energi dan kelistrikan. Contoh-contoh tersebut cukup dapat menggambarkan isu dan kondisi infrastruktur di Indonesia.rn
| 090101808 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain