Text
Bisnis sambil Jadi karyawan: 8 Jurus Jitu Menuju Bisnis yang Sukses
Bukan rahasia lagi bahwa hampir setiap orang ingin melakukan bisnis untuk menambah kepul asap dapurnya. Namun demikian, bagi orang-orang tertentu tidak diperkenankan oleh undang-undang melakukan kegiatan bisnis karena dikhawatirkan mengganggu konsentrasi terhadap pekerjaan ataupun kemungkinan terjadi penyalahgunaan jabatan dengan bisnisnya tersebut, dan sebab-sebab lain yang dapat merugikan negara dan masyarakat. Dalam hal ini, penulis menilai sah-sah saja setiap orang melakukan kegiatan bisnis, baik dia sebagai mahasiswa, pegawai negeri, petani, olahragawan, enterpreneur, budayawan, wakil rakyat, ulama, dan siapa saja selama mereka masih hidup dan tinggal di muka bumi ini.rnKegiatan bisnis tidak ada yang akan merugikan atau melanggar undang-undang sepanjang mereka yang melakukan aktivitas bisnis itu memiliki modal yang seimbang antara modal fisik dengan modal kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ).rnYang sering terjadi di negeri ini adalah para pelaku bisnis yang notabene seseorang yang dilarang melakukan kegiatan bisnis dan ditambah dengan mental yang tidak dimodali dengan kecerdasan spiritual yang memadai. Sehingga ia tidak bisa mengenal siapa dirinya, apalagi untuk mengenal siapa Tuhannya. Akhirnya, dalam melakukan kegiatan bisnis pun tidak mengenal cahaya Ilahi berupa kebenaran, kejujuran (bukan kecurangan), keadilan, kedamaian, kasih sayang, kebijaksanaan, dan semua kebaikan-Nya.rnBuku ini tidak mengulas lebih jauh tentang nilai-nilai spiritual, tetapi kenyataan itu tidak dapat dihindari karena manusia dengan segala aktivitasnya tidak mungkin melepaskan diri dari nilai-nilai spiritual. Bahkan, untuk mencapai kesuksesan yang hakiki dan menjadi orang yang luar biasa hebat tidak akan pernah terjadi kalau Anda bukan seorang yang spiritual. Dan, orang yang menginginkan dirinya sukses dalam bisnis merupakan salah satu orang yang mau menjadi orang yang sukses dan luar biasa hebat.rnNamun demikian, nilai-nilai spiritual dalam berbisnis harus tetap dibarengi dengan kemampuan teknis sesuai dengan rumus yang ditawarkan dalam buku ini, untuk kemudian distandarkan dalam budaya organisasi dengan menggunakan prinsip-prinsip kualitas yang telah teruji dan terbukti baik. Hal ini membutuhkan jiwa kepemimpinan yang memungkinkan untuk mengajak semua orang dalam organissasi bisnisnya untuk bersikap, bertindak, dan bekerja sesuai dengan nilai-nilai moral dan spiritual tanpa meninggalkan kemampuan akan profesionalitasnya.rn
| 090100654 | Tersedia | ||
| 090100653 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain