Text
Dahlan Iskan: Ganti Hati-Tantangan menjadi Menteri
Ini adalah sebuah kisah tentang kemenangan semangat manusia, tentang penghargaan atas kehidupan yang dikisahkan oleh seseorang yang menyelamatkan hidupnya dengan hatinya, pandangan hidupnya, rasa cintanya, agamanya, bukan sebagai orang suci, tetapi sebagai manusia biasa seperti kita semua dalam sisi harkatnya, dengan pahit dan manisnya kehidupan, kesedihan dan kegembiraan, serta beragam bumbunya.rnSeorang Dahlan Iskan yang hebat dalam pertarungan hidupnya, setiap momen atasrasa sakit dan penderitaannya tetapi tidak pernah kehilangan rasa kagum pada kehidupan dan alam. Keindahan lanskap serta pemandangan Indonesia dan Tiongkok, hingga koridor-koridor gelap berbagai rumah sakit di kota-kota kecil yang jauh di ujung-ujung negeri Tengah itu. Berpacu dengan waktu untuk mencari solusi bagi keadaan kesehatannya, waktu yang tidak berpihak karena sirosis yang semakin parah setiap harinya... dan bial tidak dirawat akan membawanya ke kematian.rnAkan tetapi, pikiran dan semangatnya tidak pernah kendur saat menjalani kehidupan pribadi dan urusan bisnis, masing-masing ditengah jadwal operasi-operasi kecil, suntikan-suntikan, infus, pil-pil yang harus ditelan, dan diet khusus tertentu yang ketat.rnBagaimana pula dengan saat dia harus sering kembali ke Indonesia untuk berbagai rapat dan menyelesaikan tugas sehari-harinya di Grup Jawa Pos. Seberapa banyak waktunya yang harus disediakan bagi para eksekutif seniornya. Semua ini membutuhkan keseimbangan yang tepat antara pekerjaan dan kesehatan dan keseimbangan itu sangat penting sekali dan dari hasilnya sekarang sangat baik.rnDahlan Iskan seorang yang baik hati yang sama sekali tidak mementingkan diri sendiri dalam situasi apa pun. Dia sering mengatakan bahwa ini adalah pertarungan yang akan dihadapinya sejauh Tuhan menginginkannya untuk terus bertarung. Dalam banyak hal, keyakinannya kepada Tuhan telah memberinya keberanian dan kekuatan, dan ia pun selalu percaya bahwa hidup atau mati adalah urusan Tuhan dan bila dia tetap diberi kehidupan maka itu harus digunakan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada sesamanya. Jadi semangatnya adalah: ...Tuhan ... tunjukkan saya jalan untuk hidup atau mati ...Karena para ahli bedah terbaik yang melakukan operasi ini, fasilitas-fasilitasnya terbaik, persiapannya terbaik, tetapi selebihnya ada pada Tuhan... dan itu adalah satu-satunya wilayah yang kita tidak punya aksesnya...Sehingga kita harus berdoa dan berdoa secara khusuk.rnBuku ini mengikuti pengalaman istimewa Dahlan Iskan dan perjuangannya pada masa yang paling penting dan kritis dalam kehidupannya. Kita mungkin tidak bisa melihat suasananya secara langsung, tetapi kita dapat merasakan penderitaan dan kegembiraannya dan juga rasa syukurnya atas kehidupan yang diberikan kepadanya, sebelumnya dan di masa depan, terlepas bagaimana masa depan itu bagi kita semua yang menjadi bagian hidupnya, apakah kawan-kawannya atau keluarga atau hanya pembacanya, kenalan-kenalan lama dan baru. Banyak diantara kita yang telah menghadapi pengalaman yang sama, mungkin bahkan lebih dramatis atau tragis. Buku ini akan memberikan kesempatan kepada kita untuk membayangkan perjuangan dalam masa-masa sulit seperti itu dan mungkin mencari ketenangan karena kenyataannya kita tidak pernah sendirian. Selalu ada seseorang disekitar kita, seperti halnya Dahlan Iskan yang menyadari benar makna bertarung untuk tetap hidup dalam keadaan yang hampir sama dan dampak dari cobaan dan kesengsaraan seperti itu bagi anggota keluarganya.rn
| 090101651 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain