Text
Analisis Jaringan Listrik
Buku ini dirancang untuk digunakan dalam kuliah pengantar atau kuliah kedua dalam analisis jaringan listrik. Mahasiswa dianggap mempunyai pengetahuan matematika yang setaraf dengan tingkatan diselesaikannya kuliah mengenai kalkulus.rnTiga bab pertama buku ini adalah mengenai pengantar elemen-elemen yang bertugas memberikan model bagi alat listrik, dengan definisi-definisi mengenai jaringan, dan mengenai formulasi persamaan keseimbangan Kirchoff. Kemudian dilanjutkan dengan studi mengenai perilaku jaringan yang berkenaan dengan modus dasar atau frekuensi dasar dari tanggapan terhadap sebarang rangsangan. Transformasi Laplace menyediakan penyatuan perilaku dasar jaringan dengan ciri-ciri rangsangan (atau sinyal), dimana masing-masing diwakili oleh transformasinya dan kemudian dikaji kedudukan kutub dan nol dari transformasi. Begitu ini diselesaikan, maka diperkenalkan kasus rangsangan sinusoida dalam kerja keadaan mantap. Ini pada gilirannya, menuju pada pengkajian sejumlah topik penting bagi insinyur listrik seperti diagram Bode, daya rata-rata, rugi sisipan (insertion loss) dan berbagai spektrum sinyal. Menurut pengalaman pengarang, pengenalan dini transformasi Laplace tanpa bukti tidak memberikan kesulitan apapun bagi para mahasiswa. rnBeberapa patah kata perlu disampaikan mengenai notasi dan konvensi. Satuan-satuan besar elemen dianggap diberikan dalam ohm, henry, farad, volt dan amper kecuali disebut lain, baik dalam teks maupun dalam gambar. Pengarang telah menggunakan limit pada integral bila dirasa bahwa ini akan memperjelas atau menambah pemahaman mahasiswa terhadap penyajian, sebaliknya pengarang lebih suka menganggap tanda integral sebuah simbol yang mewakili pernyataan agk terinci dengan kata-kata dan berarti bahwa limit dengan mana integral diselenggarakan harus diketahui. Sama halnya, pengarang menggunakan i(t) dari pada i, dan l(s) dari pada l bila terlihat penting untuk mengenal variabel tersebut. Dalam tiap hal, huruf besar dipakai bagi variabel dalam daerah frekuensi dan huruf kecil bagi daerah waktu.rnSejumlah keputusan harus diambil dengan menyakitkan. Pengarang telah menggunakan orde (order) dalam pembahasan persamaan aljabar yang berkaitan dengan daerah waktu dan kemudian berpindah ke tingkat (degree) ketika membicarakan persamaan aljabar dalam daerah frekuensi. Penggunaan ini sesuai dengan praktek teknis oleh para insinyur dewasa ini, penggunaan salah satu saja dari padanya akan menimbulkan ungkapan yang terdengar janggal. Bagi simbol fungsi alih pada jaringan dua pintu, pengarang telah mempergunakan urutan indeks 12, seperti dalam Z12, walaupun tahu bahwa beberapa pengajar lebih menyukai ZT, ZT atau Z21. Akan menjadi jelas dari teks dan gambar, fungsi alih mana yang dimaksud, sehingga terdapat sedikit bahaya kekacauan. Pengarang berharap tak ada kesulitan besar akan timbul dalam saling mempertukarkan 1 dan 2 atau penggantian 12 oleh T. Pengarang merasa tak berdaya dalam mencoba memberikan penghargaan bagi semua penyumbang pikiran di bidang ini dalam seksi bacaan lanjutan pada bagian akhir setiap bab, dan dengan demikian telah memilih hanya acuan yang melengkapi bahan yang diberikan atau menyediakan pendekatan alternatif yang mungkin memberi pemahaman subyek dengan lebih baik.rn
| 090101057 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain