Text
Estimasi Penghematan Biaya Operasi PLTU dengan Cara Penggantian Bahan Bakar
Konsumsi listrik perkapita merupakan indeks standar kehidupan masyarakat suatu negara.
Di Indonesia, dengan semakin meningkatnya kegiatan industri dan jumlah penduduknya, maka
kebutuhan daya listrik juga mengalami peningkatan. Akibat terjadinya kenaikan harga bahan
bakar minyak dunia sekarang ini, PT. PLN (persero) sebagai salah satu perusahaan listrik negara
harus memikirkan usaha penghematan biaya operasi, dimana 75%nya adalah biaya bahan
bakar. Salah satu usaha yang dapat ditempuh PT. PLN (persero) adalah dengan penggantian
bahan bakar utama PLTU dari bahan bakar minyak (HSD dan MFO) menjadi gas alam (LNG)
atau batubara. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan efisiensi penghematan biaya bahan
bakar LNG dan batubara dibanding bahan bakar minyak (HSD dan MFO) sebagai bahan bakar
utama pembangkit uap PLTU. Penelitian hanya menitik beratkan pada segi penghematan
ekonomi semata tanpa mempertimbangkan segi teknik operasional. Dari hasil analisis diperoleh
untuk asumsi daya 51465kW dan efisiensi boiler 85%, maka laju alir massa bahan bakar HSD,
MFO, LNG dan batubara masing-masing adalah 13446,95 kg/jam, 14328,98 kg/jam, 11567,94
kg/jam dan 29032,52 kg/jam. Selanjutnya biaya bahan bakar HSD, MFO, LNG dan batubara
masing masing adalah 890,73 milyar/tahun, 530,61 milyar/tahun, 154,63 milyar/tahun dan 87,61
milyar/tahun. Besarnya penghematan biaya bahan bakar HSD terhadap LNG dan batubara
masing-masing adalah 736,1 milyar/tahun dan 803,12 milyar/tahun. Selanjutnya besarnya
penghematan biaya bahan bakar MFO terhadap LNG dan batubara masing-masing adalah
375,98 milyar/tahun dan 443,0 milyar/tahun.
| EJ20234 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain