PERPUSTAKAAN DIREKTORAT JENDERAL KETENAGALISTRIKAN KEMENTRIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

  • Beranda
  • Informasi
  • News
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesia Bahasa Jepang Melayu Persia Russian Thai Turkish Urdu

Search by:

All Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Berpacu Menuju 23% Energi Terbarukan
FIT sebagai permulaan, namun kunci masa depan energi terbarukan Indonesia adalah kebijakan baru yang mendukung persaingan

Text

Berpacu Menuju 23% Energi Terbarukan FIT sebagai permulaan, namun kunci masa depan energi terbarukan Indonesia adalah kebijakan baru yang mendukung persaingan

Elrika Hamd - Personal Name;

Setelah tiga tahun tanpa pertumbuhan investasi energi terbarukan yang signifikan,
sepertinya ada secercah harapan bagi Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, telah mengumumkan di bulan Januari lalu bahwa
pemerintah akan mengganti pembangkit listrik tua berbahan bakar fosil dengan
pembangkit energi terbarukan (ET). Daftar pembangkit tua yang dimaksud
termasuk 2,246-unit pembangkit listrik diesel (total kapasitas mencapai 1.78 GW),
23 pembangkit batu bara (total kapasitas 5.7 GW), dan 46 pembangkit listrik tenaga
gas uap (total kapasitas 5.9 GW). Menteri ESDM menekankan bahwa energi
terbarukan tidak dapat ditawar-tawar lagi, dan telah menjadi prioritas nasional.
1
Pemerintah terlihat serius dengan pernyataan tersebut. Kementerian ESDM telah
mempersiapkan rancangan peraturan presiden yang dapat membatalkan peraturan
kementerian terdahulu demi mempercepat pengembangan energi terbarukan
mencapai 23% di 2025. Selain itu, saat ini juga terdapat usaha untuk membuat
sebuah Undang-undang Energi Terbarukan (UU ET) yang telah masuk ke dalam
program legislative nasional (Prolegnas). UU ini dimaksudkan sebagai payung besar
untuk memecahkan masalah-masalah yang terkait peraturan ET.
2
Pada Desember 2019, Majalah Tempo membocorkan beberapa poin dari isi
rancangan peraturan presiden ini. Dalam artikel tersebut terlihat bahwa Feed-in
Tariff (FIT) adalah mekanisme yang dipilih pemerintah untuk mendorong investasi
ET di masa mendatang.
IEEFA mengakui, walaupun FIT dapat digunakan untuk memulai beberapa investasi,
kebijakan yang didesain dengan cermat dan komprehensif untuk mendukung
persaingan bisnis sebenarnya lebih penting. Belajar dari negara-negara berkembang
lainnya, penelitian IEEFA menunjukkan bahwa hasil terbaik di tingkat sistem
kelistrikan dapat tercapai ketika lelang yang dirancang dengan cermat digunakan
untuk memenuhi kebutuhan sistem.


Ketersediaan
EJ20354My LibraryTersedia
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) : ., 2020
Deskripsi Fisik
32 p.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
online resource
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
Ejurnal
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

You must be logged in to post a comment

PERPUSTAKAAN DIREKTORAT JENDERAL KETENAGALISTRIKAN KEMENTRIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested
  • Computer science, information & general works
  • Philosophy & psychology
  • Religion
  • Social sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied sciences
  • Arts & recreation
  • Literature
  • History & geography
Advanced Search